Menikah Karena Allah


Sebuah judul yang menarik untuk dibahas,,, memang umurku masih muda ( menginjak 21th )

tapi wajar ajah lah,,menginginkan segera berkeluarga..(hihiii..takut gak kebagian :P)

yang jadi masalahnya,,

apa aku sudah siap??

pernikahan bukanlah permainan...

Pernikahan adalah suatu ibadah kepada-Nya..!!

& harus ada sosok lelaki yang bijaksana beriman bisa mengimami keluarganya...


Saat ini ku dipertemukan dengan sosok pria itu,,

seorang pria yang sungguh mencintai-Nya melebihi sesuatu

Seorang pria yang mengetahui bagi siapa & untuk apa dia hidup,sehingga hidupnya tidak sia-sia

Seorang pria yang memiliki hati yang bijak bukan hanya sekedar otak yang cerdas

Seorang pria yang tidak hanya mencintaku,tetapi juga menghormatiku

Seorang pria yang tidak hanya memujaku,tetapi juga menasehati ketika aku berbuat salah

Seorang pria yang bisa menjadi sahabat terbaikku di setiap waktu & situasi

Seorang pria yang membutuhkan do'aku untuk kehidupannya

Seorang pria yang membutuhkan senyumanku untuk mengatasi kesedihannya & untuk memberi semangat dalam hidupnya..

Dan aku pun meminta : Buatlah aku menjadi seorang perempuan yang bisa membuat pria itu bangga

Berikanlah aku sebuah hati yang sungguh mencintai-MU, sehingga ku dapat mencintainya dengan cinta-Mu, bukan mencintainya hanya sekedar cintaku,,

Berikanlah tangan-Mu sehingga ku mampu untuk selalu berdo'a untuknya,,

Berikanlah aku mulut-Mu yang penuh dengan kata-kata bijaksan-Mu dan pemberi semangat, sehingga ku bisa mendukungnya setiap hari, dan aku bisa tersenyum untuk menyambutnya setiap pagi,,

Dan bilamana kami akan bertemu,,aku berharap kami berdua bisa mengatakan " Betapa Mulianya Engkau telah memberikanku seseorang yang bisa membuat hidupku sempurna"


Yaaa begitulah keadaan yang saat ini ku alami,,

Pernah ku ajukan pertanyaan kepadanya.."apa arti seorang istri?"

jawabnya " Belahan jiwanya seorang suami, jadi setiap da masalah apa-apa n tu sekiranya penting harus berdua atau tanyakan dulu pada suami.Saling mengisi n saling menutupi.! SIGARANENG NYOWO"

ku seneng dengan jawaban itu,& ku ajukan pertanyaan lagi "apa maksud dengan kata mengisi & saling menutupi tsb?"

jawabnya " Mengisi bila ada yang salah dibenarkan bila ada yang benar diteruskan. Menutupi aib, Jangan sampai aib suami or istrimu,dikata-katakan kepada orang lain"


Itu adalah salah satunya pertnyaan" yang kami saling ajukan,,

& masih banyak lagi pertanyaan" lainnya yg tak cukup ku ketikan di sini,,,(hihii,,,bisa gak ada habisnya nanti ^_~)

& karena itu, aku yakin kepadanya,,(menikah karena Allah)


& Untuk temen"s yang baca catatan ini semoga bisa mengambil hikmahnya

karena sebuah pernikahan itu tidaklah untuk main"...

& semoga ku bisa segera menikah dengannya karena Allah Ta'ala ^_^

Amiinnn...

Do'a dikala sedih menderita yang mendalam

di dunia merupakan permainan dan senda gurau. Ada kalanya menang ada kalanya kalah. Susah dan senang silih berganti. Senangnya merupakan kesenangan yang menipu, sedihnya merupakan kesengsaraan sementara. Itulah dinamika kehidupan di alam fana. Sungguh berbeda dengan kehidupan sejati dan abadi di akhirat kelak nanti. Barangsiapa senang, maka ia akan selamanya senang (Ya Allah, masukkanlah kami ke dalam golongan ini). Barangsiapa menderita, maka ia akan menderita selamanya (wa na’udzu billahi min dzalika).


Orang beriman yang benar-benar memahami hakikat kehidupan di dunia tidak akan pernah membiarkan dirinya tenggelam dalam kesenangan sehingga membuat lupa diri. Demikian pula saat mengalami kesedihan, maka ia tidak membiarkan dirinya tenggelam dalam keputus-asaan.



Di antara ciri khas orang beriman ialah saat ia dirundung malang, maka ia segera kembali kepada Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Allah Subhaanahu wa ta’aala. Ia segera mengingatNya (dzikrullah) dan memanggil-Nya. Sebab ia tahu bahwa hanya dengan mengingat dan memanggil Allah sajalah hati akan memperoleh ketenteraman. Tidak ada tempat lain yang patut dijadikan muara pengaduan selain kepada Rabb, Pencipta, Pemilik, Pemelihara dan Penguasa kehidupan ini.



الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ




”Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS Ar-Ra’du ayat 28)



Setiap orang pasti pernah mengalami kondisi hidup yang mendatangkan kesedihan. Bahkan kadangkala bila ujian hidup terasa begitu berat ia menjadi penderitaan yang menimbulkan kesedihan sangat mendalam. Barangkali ada yang anaknya -buah hatinya- baru saja berpulang ke Rahmatullah. Atau barangkali seseorang baru saja bercerai dengan pasangan hidupnya. Atau barangkali baru dapat vonis dokter kalau dirinya mengidap penyakit berat. Atau barangkali anak pertamanya lahir dengan ketidak-sempurnaan fisik alias cacat permanen. Apapun keadaannya, yang jelas semua itu merupakan ujian Allah bagi orang beriman. Bila ia lulus menghadapinya, maka derajat imannya akan naik di sisi Allah.



Alhamdulillah kita punya Rasulullah Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam yang memberikan tuntunan bagaimana seharusnya kita selaku orang beriman berrespon terhadap keadaan sulit dalam hidup di dunia fana ini. Beliau mengajarkan sebuah do’a bagi siapapun yang menderita kesedihan mendalam.



Bersabda Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam: “Doa orang yang sedang menderita (kesedihan yang mendalam) ialah:



“Ya Allah, RahmatMu aku harapkan, janganlah Engkau serahkan segala urusanku kepada diriku sendiri walau sekejap mata, perbaikilah segala urusanku, tiada ilah yang berhak disembah selain Engkau.” (HR Abu Dawud)



Dari do’a ini sekurangnya ada beberapa pelajaran yang bisa kita petik:



Pertama, Nabi shollallahu ’alaih wa sallam mengarahkan orang yang menderita kesedihan mendalam agar hanya dan hanya mengharapkan rahmat (kasih-sayang) Allah. Nabi shollallahu ’alaih wa sallam mengajarkan ummatnya agar senantiasa kembali kepada Allah sebelum segala sesuatunya. Sebab betapapun keadaan sulit yang dihadapi seseorang, namun jika dirinya masih dirahmati Allah berarti ia masih dikategorikan sebagai orang yang beruntung. Alangkah ruginya seseorang yang berhasil meraih berbagai kesuksesan duniawi namun dirinya jauh dari rahmat (kasih-sayang) Allah. Alangkah tertipunya orang yang berhasil mendapat simpati bahkan pujian manusia banyak namun Allah tidak mencurahkan rahmat-Nya kepada dirinya.



Kedua, Nabi shollallahu ’alaih wa sallam mengajarkan kita untuk selalu bertawakkal hanya kepada Allah semata dalam semua urusan dan situasi kehidupan. Jangan hendaknya seseorang menyerahkan urusan dan persoalan hidupnya kepada dirinya sendiri atau kepada manusia lain. Sebab tidak ada manusia yang menguasai taqdir hidup dirinya sendiri apalagi orang lain. Allah sajalah Yang Maha Kuasa untuk mengubah hidup kita dari suatu keadaan kepada keadaan lainnya. Allah sajalah Yang Maha Kuasa untuk mengubah taqdir seseorang. Oleh karenanya kita disuruh berdo’a kepada Allah. Jika do’a kita diperkenankan oleh Allah, maka sangat mungkin taqdir kita berubah. Mohonlah kepada Allah agar segala urusan kita diperbaiki-Nya.



Ketiga, kita disuruh mengulang kembali ikrar Tauhid Laa ilaaha illa Allah. Sebab dengan kita mengulang kembali komitmen fundamental ini, maka Allah akan memandang kita sebagai seorang mu’min yang memahami sepenuhnya ucapan dalam sholat kita yang berbunyi:



إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ



”Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.” (QS Al-Fatihah ayat 4)



Saudaraku, marilah kita menghibur diri di kala sedih dengan jalan terbaik, yaitu mengikuti sunnah Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam. Marilah kita biasakan membaca do’a yang Nabi shollallahu ’alaih wa sallam ajarkan. Semoga dengan demikian Allah benar-benar akan mendatangkan ketenteraman bagi kita bersama. Selain itu, mudah-mudahan Allah akan memberi solusi terbaik saat kita menghadapi berbagai ujian kehidupan dunia yang fana ini.



Elok kiranya bila dalam rangka mengharapkan agar do’a kita lebih mungkin dikabulkan Allah, maka kita perbanyak membaca do’a pelipur lara ini ketika kita sedang dalam keadaan bersujud, khususnya ketika sujud terakhir dalam sholat-sholat sunnah kita. Sebab Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam bersabda:



عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ



أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ



“Sedekat-dekatnya hamba kepada Rabbnya ialah ketika ia sedang sujud, maka perbanyaklah do’a.” (HR Muslim)


sumber : http://www.eramuslim.com/suara-langit/ringan-berbobot/doa-orang-yang-menderita-kesedihan-mendalam.htm

Jangan Pernah Putus Asa

Allah swt. berfirman dalam surat Yusuf : 87.





"Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir."


Seorang muslim yang benar adalah seorang yang mampu menanggung musibah-musibah yang dialaminya dengan teguh dan sabar dengan keyakinan bahwa Allah SWT akan memberikan hikmah yang terbaik untuknya. Seorang yang beriman, tentu mengetahui bahwa takdir Allah swt akan menjadi kebaikan baginya, baik di dunia maupun di akhirat kelak. Pahala dari sabar adalah surga. Anak, Isteri/Suami dan harta benda yang kita miliki bisa merupakan ujian dari Allah SWT dan jika suatu saat Allah berkehendak menguji atau bahkan mengambilnya kembali, tidak ada yang bisa kita lakukan kecuali bersabar dan tidak lantas berputus asa.
Allah SWT telah berfiman









”Dan sesungguhnya akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan, Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.(Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan ”Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun”. Mereka itulah yang mendapatkan keberkatan secara sempurna dan rahmat dari tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk ” (Al-Baqarah: 155-157).

Rasulullah SAW juga telah memperingatkan kita agar tidak berputus asa, karena dengan berputus asa, seseorang justru akan menyiksa diri sendiri. Lihatlah kasus orangtua yang membunuh anaknya karena mereka miskin, itu adalah salah satu contoh orang yang berputus asa dari rahmat Allah. Seandainya mereka mau berusaha, Insya Allah, Allah akan membukakan pintu rezekinya untuk mereka. Namun jika mereka hanya berputus asa bahkan sampai membunuh anaknya, saya yakin justru mereka akan menderita, selain mendapat dosa, batin mereka akan tersiksa......... padahal kalo mereka mau menyimak makna dari firman Allah pada
surat Yusuf : 86 yang artinya : "Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku, dan aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tiada mengetahuinya."
hanya kepada Allah swt. kita berserah diri dan jiwa kita yang selalu berada dalam kekuasaan-NYA.jangan pernah berputus asa, atas apa yang telah ditakdirkan Allah swt,......... karena putus asa adalah perbuatan orang2 kafir........... makanya berhati-hatilah sodaraku..........
mungkin menurut kita tidak baik, tapi menurut Allah swt, menyimpan hikmah yang tidak kita ketahui.........dan yang menurut kita baik, bisa jadi suatu hal yang dimurkai oleh Allah swt......Maha benar Allah swt dengan segala firmannya.........

Ijabah Do’a

Apa yang terbayang dalam benak saudara ketika melihat / mendengar kata “Do’a”? Pastilah sederet keinginan dan permintaan dalam hidup kepada sang Maha Kaya pemilik semesta alam, Allah SWT. Bicara soal keinginan dan permintaan, takkan ada habisnya, jadi saya tidak akan membahas tentang itu. Melainkan bagaimana terijabahnya sebuah doa.
Doa, seperti tabiat manusia pada umumnya, mintanya selalu ingin agar cepat terkabul & cepat terlaksana. Kalau bisa, sebelum amin, dan cling,,, criiingg,,, apa yang diinginkan sudah terjadi atau sudah ada di depan mata, seperti dalam film khayalan.

Berikut akan disingkap secuil rahasia yang mungkin akan mengubah hidup dan cara pandang anda dalam meminta setitik kekayaan dariNya. Rahasia yang akan membuat Anda laksana raja dunia, karena apapun keinginan Anda bisa saja dikabulkan oleh-Nya, sesuatu yang sangat didambakan oleh setiap orang. Haha,, intronya lebay banget yah…


Ada banyak syarat dan ketentuan agar do’a kita bisa terkabul. Juga ada saat-saat dimana do’a kita bisa menjadi ma’bul. Dan ada beberapa kondisi dimana do’a tidak akan ditolak. Insyaallah saya coba bahas satu persatu disini.

Syarat dan Ketentuan

Tidak mengatakan “Aku Telah Berdoa, Tapi Belum Juga Dikabulkan”.
Tidak berdoa untuk sesuatu yang berdosa.
Tidak berdoa untuk memutus tali silaturahmi.
Selalu berdoa dan tidak putus asa.
Yakin sepenuhnya kepada Allah, yaitu hendaknya kita hanya meminta kepada Allah swt, tidak mempersekutukanNya dengan siapapun.
Hendaknya kita semakin banyak melaksanakan berbagai perintah Allah berlandaskan iman kepada-Nya, serta dengan jalan menghidupkan berbagai sunnah Rasulullah saw.
Hendaknya isi do’a tidak hanya mencakup urusan dunia semata, melainkan mencakup urusan dunia dan akhirat sekaligus (ingat do’a sapujagat).
Hendaknya do’a disampaikan dengan “merendahkan diri” dan “suara yang lembut”.
Hendaknya pada saat berdo’a memadukan di dalam jiwa perasaan “berharap” dan “takut”. Berharap kepada Allah swt agar do’a tersebut dikabulkanNya, dan cemas kalau-kalau do’a kita tidak dikabulkan, bahkan tidak didengarNya.
Khusyu’ ketika berada di hadapan Allah Ta’ala, yakni adanya kesucian hati,yaitu jangan asal mulut bergerak sementara hati melayang kesana kemari.
Tidak Terburu-buru / bersabar dalam berdoa, namun juga tidak berbasa-basi / bertele-tele dalam meminta.
Memakan rezeki yang halal.
Agar tidak berputus asa bila do’anya belum terkabul, dan terus mencoba.
Tidak berdo’a pada perkara yang dilarang / mustahil.
Saat-saat Ma’bulnya Do’a

>> Ketika ayam berkokok
“Apabila engkau mendengar ayam berkokok, maka memintalah kepada Allah, karena sesungguhnya diantara keutamaannya (ayam itu) telah melihat malaikat. Dan jika engkau mendengar suara khimar (keledai) maka memintalah perlindungan kepada Allah dari godaan setan, sesungguhnya ia (khimar) telah melihat setan” (HR. Bukhari dan Muslim).

>> Ketika sahur / sepertiga malam terakhir
Rasulullah saw bersabda :“Rabb kita turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang akhir pada setiap malamnya. Kemudian berfirman: ‘Orang yang berdoa kepada-Ku akan Ku kabulkan, orang yang meminta sesuatu kepada-Ku akan Kuberikan, orang yang meminta ampunan dari-Ku akan Kuampuni‘” (HR. Bukhari no.1145, Muslim no. 758).
Namun perlu dicatat, sifat ‘turun’ dalam hadits ini jangan sampai membuat kita membayangkan Allah Ta’ala turun sebagaimana manusia turun dari suatu tempat ke tempat lain. Karena tentu berbeda. Yang penting kita mengimani bahwa Allah Ta’ala turun ke langit dunia, karena yang berkata demikian adalah Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam diberi julukan Ash shadiqul Mashduq (orang jujur yang diotentikasi kebenarannya oleh Allah), tanpa perlu mempertanyakan dan membayangkan bagaimana caranya.

>> Ketika berbuka puasa
Keberkahan lain di waktu berbuka puasa adalah dikabulkannya doa orang yang telah berpuasa, sebagaimana sabda Rasulullah saw:
‘”Ada tiga doa yang tidak tertolak. Doanya orang yang berpuasa ketika berbuka, doanya pemimpin yang adil dan doanya orang yang terzhalimi” (HR. Tirmidzi no.2528, Ibnu Majah no.1752, Ibnu Hibban no.2405, dishahihkan Al Albani di Shahih At Tirmidzi)

>> Ketika malam Lailatul Qadar
Pada malam ini dianjurkan memperbanyak ibadah termasuk memperbanyak doa. Sebagaimana yang diceritakan oleh Ummul Mu’minin Aisyah rah:
“Aku bertanya kepada Rasulullah: Wahai Rasulullah, menurutmu apa yang sebaiknya aku ucapkan jika aku menemukan malam Lailatul Qadar? Beliau bersabda: Berdoalah.”

>> Ketika adzan berkumandang
Selain dianjurkan untuk menjawab adzan dengan lafazh yang sama, saat adzan dikumandangkan pun termasuk waktu yang mustajab untuk berdoa. Rasulullah saw bersabda:
“Doa tidak tertolak pada dua waktu, atau minimal kecil kemungkinan tertolaknya. Yaitu ketika adzan berkumandang dan saat perang berkecamuk, ketika kedua kubu saling menyerang” (HR. Abu Daud, 2540, Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Nata-ijul Afkar, 1/369, berkata: “Hasan Shahih”).

>> Di antara adzan dan iqamah
Waktu jeda antara adzan dan iqamah adalah juga merupakan waktu yang dianjurkan untuk berdoa, berdasarkan sabda Rasulullah saw: “Doa di antara adzan dan iqamah tidak tertolak” (HR. Tirmidzi, 212, ia berkata: “Hasan Shahih”).

>> Ketika sedang sujud dalam shalat
Rasulullah saw: “Seorang hamba berada paling dekat dengan Rabb-nya ialah ketika ia sedang bersujud. Maka perbanyaklah berdoa ketika itu” (HR. Muslim, no.482).

>> Ketika sebelum salam pada shalat wajib
Rasulullah saw bersabda: “Ada yang bertanya: ‘Wahai Rasulullah, kapan doa kita didengar oleh Allah?’ Beliau bersabda: ‘Diakhir malam dan diakhir shalat wajib.’.” (HR. Tirmidzi, 3499).
Ibnu Qayyim Al Jauziyyah dalam Zaadul Ma’ad (1/305) menjelaskan bahwa yang dimaksud ‘akhir shalat wajib’ adalah sebelum salam. Dan tidak terdapat riwayat bahwa Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam dan para sahabat merutinkan berdoa meminta sesuatu setelah salam pada shalat wajib. Ahli fiqih masa kini, Syaikh Ibnu Utsaimin rah. a. berkata: “Apakah berdoa setelah shalat itu disyariatkan atau tidak? Jawabannya: tidak disyariatkan. Karena Allah Ta’ala berfirman:
“Jika engkau selesai shalat, berdzikirlah” (QS. An Nisa: 103).
Allah berfirman ‘berdzikirlah’, bukan ‘berdoalah’. Maka setelah shalat bukanlah waktu untuk berdoa, melainkan sebelum salam” (Fatawa Ibnu Utsaimin, 15/216).

>> Di hari Jum’at
Rasulullah saw bersabda : “Rasulullah saw menyebutkan tentang hari Jumat kemudian beliau bersabda: ‘Di dalamnya terdapat waktu. Jika seorang muslim berdoa ketika itu, pasti diberikan apa yang ia minta’. Lalu beliau mengisyaratkan dengan tangannya tentang sebentarnya waktu tersebut” (HR. Bukhari 935, Muslim 852 dari sahabat Abu Hurairah ra.).

>> Ketika turun hujan
“Doa tidak tertolak pada 2 waktu, yaitu ketika adzan berkumandang dan ketika hujan turun” (HR Al Hakim, 2534, dishahihkan Al Albani di Shahih Al Jami’, 3078).

>> Hari Rabu antara Dzuhur dan Ashar
Sunnah ini belum diketahui oleh kebanyakan kaum muslimin, yaitu dikabulkannya doa diantara shalat Zhuhur dan Ashar dihari Rabu. Ini diceritakan oleh Jabir bin Abdillah Radhiallahu’anhu:
“Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam berdoa di Masjid Al Fath 3 kali, yaitu hari Senin, Selasa dan Rabu. Pada hari Rabu lah doanya dikabulkan, yaitu diantara dua shalat. Ini diketahui dari kegembiraan di wajah beliau. Berkata Jabir : ‘Tidaklah suatu perkara penting yang berat pada saya kecuali saya memilih waktu ini untuk berdoa,dan saya mendapati dikabulkannya doa saya‘”.
Dalam riwayat lain: “Pada hari Rabu lah doanya dikabulkan, yaitu di antara shalat Zhuhur dan Ashar” (HR. Ahmad, no. 14603, Al Haitsami dalam Majma Az Zawaid, 4/15, berkata: “Semua perawinya tsiqah”, juga dishahihkan Al Albani di Shahih At Targhib, 1185).

>> Ketika hari Arafah
Hari Arafah adalah hari ketika para jama’ah haji melakukan wukuf di Arafah, yaitu tanggal 9 Dzulhijjah. Pada hari tersebut dianjurkan memperbanyak doa, baik bagi jama’ah haji maupun bagi seluruh kaum muslimin yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Sebab Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
“Doa yang terbaik adalah doa ketika hari Arafah” (HR. At Tirmidzi, 3585. Di shahihkan Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi).

>> Ketika perang berkecamuk
Salah satu keutamaan pergi ke medan perang dalam rangka berjihad di jalan Allah adalah doa dari orang yang berperang di jalan Allah ketika perang sedang berkecamuk, diijabah oleh Allah Ta’ala. Dalilnya adalah hadits yang sudah disebutkan di atas (sama seperti ketika adzan berkumandang).

>> Ketika meminum air Zam-zam
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Khasiat Air Zam-zam itu sesuai niat peminumnya” (HR. Ibnu Majah, 2/1018. Dishahihkan Al Albani dalam Shahih Ibni Majah, 2502).

NB : Dikutip sebagian dari muslim.or.id. Kenapa mengutip? Sebab data yang saya tulis sendiri kurang valid hasilnya, khususnya untuk dalil-dalil pada hadits. Alhamdulillah ada artikel yang lebih baik, hehe…

Mengapa Do’a Kita Belum Diijabah?

Banyak dari kita yang mengeluh, kenapa do’a yang dipanjatkan setiap hari belum juga diijabah oleh Allah, kenapa? (Tanya kenapa??,,@_@;). Bukannya Allah itu pelit, bukan juga ngirit, lah kan Dia Maha Kaya, juga Maha Pengasih dan Penyayang, pastilah ada alasannya, kenapa Dia menangguhkan do’a-do’a kita, dan alasan itu ada pada diri kita sendiri. Atau dengan kata lain, kita sendirilah yang membuat do’a-do’a kita tak diijabah oleh-Nya.

Ada beberapa hal yang sekiranya yang dapat menyebabkan do’a kita belum terijabah oleh-Nya, yaitu :

Melanggar salah satu syarat dan ketentuan di atas.
Do’a anda diganti dengan pahala.
Do’a anda diganti dengan penghapusan dosa-dosa.
Do’a anda diganti dengan menjauhkan anda dari bala / bahaya, penyakit dan musibah.
Do’a anda diganti dengan dilancarkannya urusan anda yang lain.
Do’a kita diganti dengan sesuatu yang lebih baik menurut Allah.
Itu bukan menurut hemat saya loh, saya dapet dari baca-baca buku / artikel, juga denger dari pengajian-pengajian, tapi sayangnya lupa semua siapa orang-orangnya / judul buku / artikelnya, hehe… bagi saya, yang penting manfaat dan isinya.

Wajibnya Berdo’a

Ada yang bilang, orang berdo’a tuh orang yang gak ikhlas, lah kok bisa? (saya juga heran nih…). Katanya, kita ini sudah dikasih segala macem, bukankah bersyukur saja sudah cukup, kenapa musti berdo’a, kenapa musti minta lagi? Sedangkan keinginan manusia itu gak akan ada habisnya. Argumen yang simple, tapi cukup menyesatkan ternyata. Layaknya bersyukur, do’a itu juga adalah wajib, seperti pada ayat berikut :




“Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam Keadaan hina dina”.” (QS. Al-Mu’min 60)





”Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, Maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.“ (QS. Al-Baqarah 186)

Doa juga merupakan sebagai bukti kalau kita ini masih butuh pada-Nya, tidak sombong kepada-Nya, tidak berdoa sama dengan sombong dan Dia membenci orang-orang yang sombong, yang mana salah satu dosa besar. Namun, tatkala doa sudah terkabulkan, janganlah menjadi orang yang lupa diri, sehingga menyebabkan tercabutnya berkah dari apa yang kita dapatkan tersebut.

Jadi, tidak ada lagi alasan bagi kita untuk tidak berdo’a setiap hari, atau bahkan setiap waktu, pantang menyerah dan terus memohon kepada-Nya. Karena apapun do’a dan amalan kita, serta bagaimanapun parahnya dosa kita (selama kita tidak menyekutukan-Nya), apapun keputusanNya, entah diijabah ataukah belum, yang jelas tak akan ada satupun amalan yang sia-sia, semua pasti ada balasannya. Yang penting, kita tetap berhusnudzon kepadaNya, tetap berusaha / ikhtiyar dan berdo’a / tawakkal, dan semuanya akan terbayarkan alias indah pada waktunya, Insyaallah…


sumber : http://akzir.wordpress.com/2010/09/03/ijabah-doa/

Terjalin ^_^

Bismillah,,,,
hubungan kami pun terjalin
( 19-03-2011 )

semoga Engkau meridloi kami,,
tu yg kami harapkan..
Ku mulai intropeksi diri,,
yang sifat'q masih seperti anak kecil,,
Dapat diluruskan oleh'nya

Y saling melengkapi & menutupi,,
tu yg dia katakan,,
Semoga X ni ku tepat memilih,,
sesosok imam'q didunia & akherat..


Amiiinnn....
^_^

Pertemuanku ^_^

Dimulai dari situs FaceBook..
Ku bertemu dengan "Eling Mati"

Nama itu unik,,penuh makna
Awal perkenalanpun unik,,

Padahal dari dulu,jika ada yang ngajak kenalan aku g mau,,
gak mau tukar nomer HP,,tapi X ni
aku begitu saja mau,,

( 13 Maret 2011)
& Akhirnya ta'aruf pun dimulai,,
ku rasakan ketenangan hati,,
dia mengingatkanku pada sang Kuasa
aku jadi serasa dekat dengan Allah

Pertanyaan" yg dia tanyakan
selalu berhubungan dengan ALLAH,,
sungguh ku merasa tenang,,
Baru X ni ada seorang laki" yg seperti itu,,
Apkah ini akhir sakit hatiku??

Allah telah dekatkan aku kepada takdir'ku
Ya Allah,,,
jika memang dia jodohku,dekatlah sedekatnya
& jika tidak maka jauhkanlah,,

Semoga ada hikmah dibalik semua ini,,
^_^

Salah satu penyakit hatiku

Ku akui,,
aku memang tak seindah mereka,,
Ku terlalu banyak noda,,
Penyakit hatipun kini melekat dihatiku,,
Yang tak pernah ku harapkan,,

Hari itu ( 08 mar 2011 ),,
Ku tlah melontarkan,,
kalimat" yg sungguh membuatku puas,,
Seakan bebanku berkurang,,
Tapi,,

Ku akui,,
kata" itu tak pantas ku ucapkan,,
Begitu keras kah hatiku?
Begitu pendendamkah aku??

Ya Allah,,
Ampunilah hamba,,

اللَّهُمَّ إِنِّي عَبْدُكَ، ابْنُ عَبْدِكَ، ابْنُ أَمَتِكَ، نَاصِيَتِي بِيَدِكَ، مَاضٍ فِـيَّ حُكْمُكَ، عَدْلٌ فِـيَّ قَضَاؤُكَ، أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ، سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ، أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِي كِتَابِكَ، أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَداً مِنْ خَلْقِكَ، أَوِ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِي عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ، أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيْعَ قَلْبِي، وَنُوْرَ صَدْرِي، وَجَلاَءَ حُزْنِي، وَذَهَابَ هَمِّي.


“Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hamba-Mu, anak dari hamba-Mu, ubun-ubunku (nasib-ku) ada di tangan-Mu, telah lalu hukum-Mu atasku, adil ketetapan-Mu atasku, aku mohon kepada-Mu dengan perantara semua nama milik-Mu yang Engkau namakan sendiri, atau Engkau turunkan dalam kitab-Mu, atau Engkau ajarkan seseorang dari hamba-Mu, atau Engkau rahasiakan dalam ilmu ghaib disisi-Mu. Jadikanlah Al Qur’an sebagai penawar hatiku, cahaya dalam dadaku, penghapus dukaku dan pengusir keluh kesahku“
 
Home | Gallery | Tutorials | Freebies | About Us | Contact Us

Copyright © 2009 Assalaamu'alaikum,,, |Designed by Templatemo |Converted to blogger by BloggerThemes.Net

Usage Rights

DesignBlog BloggerTheme comes under a Creative Commons License.This template is free of charge to create a personal blog.You can make changes to the templates to suit your needs.But You must keep the footer links Intact